February 3rd, 2008 by kartika99

Free Image Hosting at ImageShack.us

Cobaan yg mendadak di keluarga gue

January 16th, 2007 by kartika99

Seminggu terakhir memang cobaan di keluarga gue. Tiba2 gue dapet kabar kalo nyokap gw dirawat di RSAL. Mendadak ngucur darah segar dari mulut dan hidung nyokap gue diperjalanan disekitar jalan Proklamasi yang pada saat kejadian, nyokap hanya berdua dengan pengemudinya di jalan. Ternyata waktu itu tekanan darah nyokap gue naik drastis jadi 220-120. Padahal pagi harinya gak terasa pusing atau mual apapun. Siang itu juga gw langsung ke RSAL. Hidung nyokap sebelah kiri terpaksa dimasukkin 3 tampon panjang untuk menyumbat darah yg keluar. Hari itu juga gue harus nungguin nyokap gue disana selama seminggu. Untung aja pembuluh darah yg pecah di hidung…coba kalo di otak??…ndak tau lagi deh tuh.

Selama 4 hari pertama, gak berhenti dateng tamu2 yg mau besuk. Semua teman2 nyokap dateng dan bikin nyokap gw jd gak bisa istirahat dari pagi sampe malem. Padahal supaya tensi cepat turun, pasien harus benar2 bisa istirahat,tidur. Yah..mo gimana lagi..gak bisa juga nolak tamu yg udah dateng. Sampe akhirnya, karna kurang istirahat dan pengaruh tampon di hidungnya yg bikin berat kepala, hari kamisnya tensi nyokap sempet naek lagi ke 200-100. Nyokap langsung dibawa ke poli tht dan 3 tampon lama langsung diganti dengan 4 tampon yg baru. Bayangin aja 4 tampon panjangnya 5 cm dijejelin ke hidung….Saat itu jg terpaksa gue & bokap minta ke pihak RS supaya jam berkunjung dibatasi agar nyokap bisa istirahat. Tapi itupun gak berpengaruh karna tamu yg datang tetep banyak.

Ditambah lagi siangnya dapat kabar dari kepala RS bahwa ibu Panglima TNI mo dateng besuk nyokap. Repot deh jadinya….duh..gak bisa istirahat jg deh. Untungnya gak terjadi pendarahan lagi dan hari jumatnya tampon sudah bisa dilepas. Sejak tamponnya dilepas, kepala nyokap pun lebih terasa ringan dan tidurnya bisa lebih nyenyak lagi. Tensinya pun bisa berangsur2 normal. Hari senin tgl 15 Jan, nyokap sudah bisa pulang dan istirahat di rumah. Alhamdullillah…..sekarang gue jg bisa istirahatin badan gue yg pegel2 dan masuk angin..heheheh…

Renungan

October 26th, 2005 by kartika99

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang
berarti.

Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati,
berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan,
tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri,
tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar
bahwa saat ini,
apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih
lebih,
dan tidak mau sadar karena serakah.

Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak
diindahkan,
karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan
mata ada teman yang
sejati.

Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah,
ingin dirinya yang
paling diperhatikan, paling disayang, selalu
menjadi pusat perhatian,
selalu dinomorsatukan.

Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan
nomor satu dalam satu
hal,
belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu
orang belum tentu oleh
orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri,
jikalau berharap dari orang
lain,
siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.

Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa
adanya, mencintai dan
menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain,
dan mau menerima orang
lain apa adanya.